Yukova Nathaniel

Anakku Karunia Besar Dari Tuhan

Berikan Dirimu

Tadi pagi, anakmu membuat suasana gembira di tempat bermain anak-
anak.” “Kau sangat pandai dalam berhubungan dengan orang. Aku
kagum.” “Rumahmu sangat hangat dan nyaman.” “Kau berkata jujur pada
orang itu tentang transaksi ini. Aku hormat padamu.”

Bukankah menyenangkan bila selalu mendengar kata- kata seperti itu?
Sudah berapa kali Anda ingin mengatakan sesuatu yang membangun atau
membangkitkan semangat kepada orang lain, tetapi merasa tidak enak?
Memang ada risiko. Bisa saja Anda terdengar tidak tulus dan mereka
menganggap Anda hanya asal bicara saja. Jadi, Anda diam saja dan
kata- kata yang membangun itu tidak pernah diucapkan. Atau, mungkin
setelah Anda merenungkannya, timbul niat untuk menyampaikannya
secara tertulis, namun akhirnya ini pun tidak Anda lakukan. Waktu
pun berlalu dan Anda kehilangan kesempatan itu selamanya.

Tentu ini bukan mengenai kata-kata saja. Adakalanya Anda mungkin
melihat adanya situasi di mana sesuatu dibutuhkan dan hal itu Anda
miliki dan dapat berikan, misalnya waktu, uang, ketrampilan, dan
sebagainya. Contoh yang sederhana, menyeberangkan orang yang lanjut
usia. Atau, mungkin di bidang keuangan. Betapa senangnya bila dapat
memberi tanpa memberitahu nama!

Masih ingatkah Anda tatkala seseorang memberi sesuatu yang Anda
butuhkan tepat pada waktunya, entah itu tulisan atau pembicaraan
tilpon yang memberi kekuatan, pemberian proyek, atau pun sedikit
uang di saat kekurangan. Sangat berarti, bukan? Jangan lewatkan
kesempatan untuk memberi.

Leave a Response