Yukova Nathaniel

Anakku Karunia Besar Dari Tuhan

Kehidupan Para Rasul

Tahukah Anda bahwa Rasul Yohanes ketika di Roma ia pernah digoreng hidup-hidup di dalam minyak mendidih. Apakah ia takut menghadapi ini semua? Tidak! Ternyata tidak satupun dari para rasul yang memilih untuk hidup senang dan tentram dengan bersedia mengingkari dan tidak mengakui Tuhan Yesus.

Sejarah tradisi gereja banyak sekali memberikan informasi mengenai kehidupan sampai dengan bagaimana wafatnya para rasul. Satu penulis sejarah yang bisa dipertanggung jawabkan tulisannya berdasarkan bukti-bukti nyata ialah Eusebius. Ia menulis buku mengenai cara meninggalnya para Rasul di tahun 325 yang berjudul: “Rasul dan murid dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkotbahkan Injil ke seluruh dunia.” Tulisan dari Eusebius telah ditelusuri dan diselidiki ulang oleh penulis sejarah gereja kondang Mr. Schumacher untuk membuktikan akan kebenaran dari tulisan tersebut.

* Matius
Meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia.

* Markus
Meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui
jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.

* Lukas
Mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah disana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

* Yohanes
Direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke Pulau Patmos untuk kerja paksa ditambang batubara di sana. Pada saat ia berada disana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.

* Petrus
Disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasangnya berbeda, ialah secara huruf X, karena itulah permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib, dimana ia memohon untuk disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.

* Yakobus
Saudara dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar ke bawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama dimana si setan dahulu membawa Tuhan Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tinggi tersebut.

* Yakobus anak Zebedeus
Seorang nelayan dan ia adalah murid pertama yang dipanggil untuk ikut Tuhan Yesus, ia dipenggal kepalanya di Yerusalem. Pada saat-saat ia disiksapun, ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut
bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doanya yang
terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus
sebagai orang Kristen.

* Bartolomeus
Lebih dikenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di
Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia
meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas kebeset.

* Andreas
Juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Patras,Yunani. Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan oleh Andreas sebelum ia meninggal
dunia: “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa
terkabul dimana saya bisa turut merasakan “happy hours” dengan disiksa dan disalib seperti Tuhan Yesus.” Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, ia berkotbah terus dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkotbah sambil dihukum cambuk.”

* Thomas
Mati ditusuk oleh tombak di India.

* Yudas
Saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Tuhan Yesus.

* Matias
Pengganti dari Yudas Iskariot mati dihukum rajam dan
akhirnya dipenggal kepalanya.

* Rasul Paulus
Disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaiser Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah rasul yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara. Kebanyakan surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari penjara.

Disamping kisah para rasul yang ditulis oleh ahli sejarah Eusebius, ia juga menceritakan tentang seorang penginjil yang matanya dibakar sampai buta dengan catatan bahwa kalau ia buta, maka ia tidak akan bisa membaca Alkitab lagi dengan mana ia tidak akan bisa mengabarkan Injil lagi. Tetapi kenyataannya ia tetap mengambarkan Injil berdasarkan ayat-ayat yang telah dipelajari dan diingat sebelumnya. (Dikumpulkan dari Berbagai Sumber)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tuhan Yesus Kristus Memberkati

1 Comment

  1. selain Tuhan Yesus sendiri saya sangat mengagumi Iman para Rasul…sangat sulit di gambarkan dengan kata-kata karena dengan komitmen seperti itu pastilah bukan hal mudah namun yang pasti bayaran atas itu semua lebih mulia. seharusnya lebih banyak lagi orang yang bisa mempelajari sejarah dan teladan yang di berikan oleh para rasul, karena sebagian dari orang di luar kristen mengira orang kristen tidak berani mati bagi Tuhan. saya yakin dengan mengetahui kisah para rasul yang mati sebagai martir demi Iman yang benar, pandangan mereka akan di ubahkan. karena pastilah Tuhan yang benar memiliki ajaran yang benar dan mengandung nilai moral yang tinggi yaitu: aktif dalam kebaikan dan pasif dalam kejahatan, bukan sebaliknya seperti orang-orang yang mengaku berbuat jahat dan anarki untuk membela Tuhannya.

Leave a Response