Yukova Nathaniel

Anakku Karunia Besar Dari Tuhan

Ketika Kesesakan Datang

Shalom,

Kami selalu berusaha agar kehidupan kami tertata baik, dan sesungguhnya Tuhan sudah memberkati kami berlimpah, tetapi kami selalu kuatir untuk menikmati berkat yang telah kami terima. Kami selalu berusaha untuk menata hidup kami dengan segala kekuatan dan kekuatiran kami. Namun kehidupan yang tadinya tertata baik tiba-tiba berubah menjadi menyesakkan, apa yang harus kami lakukan?

Dalam pergumulan kami, akhirnya kami menemukan jawaban, ternyata sangat sederhana ajakan Tuhan:
Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah (Mazmur 46:11).
Dalam terjemahan lain ayat tersebut berbunyi:
Berhentilah bersusah payah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah.

Mungkin bagi kami juga Anda, pesan tersebut sudah tampak usang dan sulit dipahami, tetapi ketika dalam pergumulan, kami merenungkannya lebih dalam, mulai kami bisa melihat bahwa berhenti bersusah payah bukan berarti bersantai sambil menantikan Dia bertindak. Melainkan, itu berarti mempercayai bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu, seberat apapun masalah yang menimpa kita. Bila Ia mengizinkan sesuatu yang buruk terjadi didalam kehidupan ini, tentu ada suatu tujuan dibalik semua itu.
Dan jika terdapat suatu tujuan, tentu penderitaan kita pada akhirnya akan membawa kepada kebaikan semata (Roma 8:28).

Langkah terbaik yang dapat kita ambil adalah tunduk dan berserah serta taat pada apapun yang dikehendaki-Nya. Penundukan diri adalah suatu respons yang sulit ketika kita sedang mengalami kesulitan dan luka, karena kita tidak tahu bagaimana hasil akhirnya, dan kita sama sekali tidak dapat meraba apa yang akan terjadi didepan.
Tetapi jika kita percaya bahwa Dia mengendalikan segala sesuatu dan bahwa Ia merancangkan situasi apapun untuk kebaikan kita, maka kita dapat menjadi yakin bahwa penundukan diri kepada-Nya adalah pilihan yang terbaik. Mungkin kita berpikir keadaannya akan jauh lebih baik bila kita berusaha menyelesaikan dulu penderitaan dan luka kita sendiri.
Ternyata itu KELIRU. Yang jadi masalah, punyakah kita keberanian untuk mempercayai Dia dan mengizinkan penderitaan kita mendatangkan kebaikan?

Mohon doakan kami.
Tuhan Memberkati Anda Sekalian.

– Benny

Leave a Response