Yukova Nathaniel

Anakku Karunia Besar Dari Tuhan

Ketika Tuhan Berkata “Tidak”

Emailnya bagus :) ….makasih buat sdh kirim email ini

Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku, Tuhan berkata, “Tidak, bukan
Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”

Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakMu yang cacat. Tuhan
berkata, “Tidak, jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah
sementara.”

Ya Tuhan beri aku kesabaran. Tuhan berkata, “Tidak, kesabaran didapat
dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus
meraihnya sendiri.”

Ya Tuhan beri aku kebahagiaan. Tuhan berkata, “Tidak, Kuberi
keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri.”

Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan. Tuhan berkata, “Tidak,
penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu
padaKu.”

Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. Tuhan
berkata, “Tidak, Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala
hal.”

Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata, “Ahhhh, akhirnya kau mengerti!”

Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah
payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi
tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan
ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali –
orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi
justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah. Kita
mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir
dengan penolakan dan kegagalan – orang lain dengan mudah berganti
pasangan

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus
meningkat. Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang
sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang
panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati
rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita
(seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan
es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah
penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.
Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang
lezat itu.

Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta, Tuhan tahu apa yang
paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang. Karena Tuhan tahu yang
terbaik yang kita tidak tahu.

Leave a Response