Yukova Nathaniel

Anakku Karunia Besar Dari Tuhan

Kisah Shamilla

Kadang-kadang orang berpikir kasih Tuhan itu seperti seorang kakek kepada cucunya. Cucunya mecahin piring, oh gak apa-apa cu, cucunya merusakkan lemari es, gak apa-apa cu, eh cucu lucu…..
Atau kadang-kadang orang berpikir Tuhan itu seperti polisi, sedikit salah menghukum, sedikit salah lagi menghukum.

Sebenarnya Tuhan itu adil dan kasih.
Dulu ada penglima pasukan di Rusia namanya Shamila. Karena pemerintahan kaisar waktu itu sangat otoriter maka dia bersama pasukannya lari kepadang gurun untuk melakukan konsolidasi melawan kaisar. Karena ada di padang gurun, maka semua makanan harus dihemat supaya seluruh pasukan bisa bertahan hidup. Suatu ketika ada laporan bahwa sekarung beras telah hilang. Shamila marah, ia memberi peringatan kepada seluruh pasukannya “Siapa yang mencuri beras akan dihukum cambuk 50 kali”

Hari berikutnya ada sekarung beras lagi yang hilang. Shamila sangat marah kemudian dia memerintahkan pasukannya “Siapapun yang mencurinya, tidak peduli pria atau wanita, muda atau tua harus dihukum cambuk 50 kali.”
Shamila kemudian memerintahkan pasukan untuk mencari pencurinya.

Beberapa saat kemudian anak buahnya datang, “Panglima ada kabar baik, pencurinya sudah ketemu”.
Shamila menjawab : “Bagus “
Anak buahnya menjawab lagi : “Tetapi ada berita buruknya, Panglima “.
Shamilla menjawab lagi: ” Apa itu ?”
Anak buahnya menjawab lagi: “Yang mencuri adalah ibu Panglima”.
Shamila terdiam, dia bingung, ibunya sudah lanjut usia, kalau diberi hukuman, jangankan 50 kali cambukan, 2 kali cambukan saja ibunya pasti meninggal. Tapi kalau tidak dihukum, ia tidak adil. Akhirnya Shamilla berkata : “Keputusan ditunda besuk pagi”. Semalaman ia berpikir keras bagaimana mengambil keputusan. Seluruh pasukan juga bingung, ada yg tidak tega kalau ibunya dihukum, ada yg bersikeras yang bersalah harus dihukum.

Akhirnya pagi hari tiba. Seluruh anggota pasukan berkumpul. Semua mata menatap kepada Shamilla menanti keputusan yang akan diambil Shamila maju dan berkata : “Seperti yang sudah ditetapkan yang mencuri beras harus dihukum cambuk 50 kali. Pasukan, bawa pencurinya ke depan”. Kemudian pencurinya yang juga ibunya dibawa kedepan. Shamilla berkata “Segera laksanakan hukum cambuk 50 kali”. Sesaat sebelum algojo menjalankan cambukan yang pertama, Shamilla berkata:”Stop “.
Kemudian dia berkata kepada ibunya: “Ibu, aku menyayangi ibu, tapi keadilan harus ditegakkan. Harus ada hukuman untuk suatu pelanggaran.” Tiba-tiba ia memeluk ibunya dan berkata : “Ibu, aku menyayangi ibu, aku yang akan menggantikan ibu menerima hukuman ini. Ibu jangan mencuri lagi ya”.

Kemudian dia membawa ibunya ke pinggir. Shamilla berkata kepada algojo : “Algojo cambuk aku 50 kali”. Kemudian Shamilla dihukum cambuk 50 kali.

Dengan demikian Shamilla sebagai pemimpin mempunyai kasih dan sekaligus menjalankan keadilan.

Itulah yang dilakukan Tuhan kepada manusia. Setiap manusia pasti akan mendapatkan hukuman karena dosanya. Tapi Tuhan tidak tega melihat seluruh manusia binasa, sehingga Tuhan mengorbankan diriNya menanggung dosa manusia. Manusia yang mau menerima penggantian hukuman ini menerima keselamatan.

Tuhan Memberkati Anda sekalian…

Leave a Response