Yukova Nathaniel

Anakku Karunia Besar Dari Tuhan

Selamat Jalan Nathan Part 1

Malam ini tinggal menunggu waktu beberapa jam kedepan genap seminggu bahwa anak kami “Yukova Krisna Nathaniel“, telah pergi meninggalkan kami untuk bertemu dengan Bapa-Nya di Surga. Sebagai orang tua & sebagai manusia, sunggu teramat berat kepergiannya bahkan sampai malam ini kami masih merasakan betapa berat ditinggalkan anak satu-satunya dalam kehidupan kami. Terlebih istri yang dalam setiap detik kehidupannya bersama dengan anak kami Nathaniel. Apakah kami  tidak berpengharapan sehingga seperti putus asa?  Tentu tidak tapi justru kami berharap besar kepada Dia yang menciptakan semesta untuk memberi penghiburan terhadap kami.

Yukova Nathaniel Kecil

Yukova Nathaniel Kecil

Yukova Krisna Nathaniel lahir pada 05-Juli-2008 pukul 14.39 di Rumah Sakit Putri – Surabaya, masih teringat moment itu dimana kami bersama masuk ruang persalinan. Saya menunggu istri yang kesakitan saat melahirkannya dan akhirnya si Nathaniel kecilpun dilahirkan, Saya “resmi” menjadi seorang Ayah. Doa yang saat itu terucap dan saya dengungkan dalam telinga si kecil sungguh sederhana. Biarlah sikecil menjadi seorang yang berkarya bagi yg lain namun janganlah  dirinya sendiri terlihat. Dan sama dengan orang tua lainnya tentu saja sebagai orang tua kami memiliki harapan akan cita-cita sikecil. Yang menarik disini ketika banyak orang jawa bilang kalau biasanya ‘Ibu-nya’ bisa/boleh mandikan anak bayi setelah satu bulan eh malah anak kami sudah dimandikan Ibunya sepulang dari rumah sakit.

Hari berganti hari kami nikmati bersama “Nathaniel” kecil dan tibalah saatnya imunisasi BCG bagi anak kami.  Disitulah karya Tuhan berkerja atas kehidupan kami, Nathaniel kecilku divonis “Down Syndrome”.  Air mata tak hentinya mengalir dari kami orang-tuanya, perasaan sedih, hancur & harapan akan cita-cita orang tua terhadap anak seakan dihempaskan jauh kedalam laut dan kekawatiran akan masa depan Nathan membuat  kami takut. Saya, ayahnya sempat protes dan bertanya mengapa hal ini Tuhan ijinkan kepada kami. Namun semua itu tidak lama karena kami percaya bahwa Muzijat Tuhan masih nyata & rancangan Tuhan bukanlan rancangan kecelakaan tapi damai sejahtera. Mulai dari saat itu kami membangun dan menata kehidupan kami mengharapkan “Hikmat Tuhan” diberikan kepada kami sebagai orang-tua yang dalam kesehariannya diberi kepercayaan memelihara Nathaniel kecil.

1+ Tahun Nathan Tengkurap

1+ Tahun Nathan Tengkurap

Sebulan kami bersama dirumah Kakiang-nya (Sebutan Kakek Bahasa Bali) akhirnya rumah Nathan yang direnovasi selesai. Kami memutuskan pindah kerumah baru hasil keringat orang tuanya tepat sebulan usia Nathan, saat itu tanggal 30 September 2008 tepat saat saudara-saudara Umat Muslim hari pertama berpuasa. Hidup dirumah baru saat awalnya sempat dibantu oleh saudara, tapi tidak lama hanya satu bulan. Mbah Kung & Mbah Ti juga terkadang datang untuk lihat cucu-nya, yah mereka jauh di Lampung tidak mungkin sering datang. Ada mbak yang dibayar untuk membantu mengurus pekerjaan rumah & bantu menemani ibu-nya Nathan, yang pertama tidak bertahan lama karena tidak bisa sampai sore. Mbak yang pertama ikut kita ini memang tidak inap tapi menyelesaikan pekerjaan rumah biasa, nah pekerjaan rumah sangat ringan karena anggota keluarga cuman 3 orang, jam 9-10 sudah selesai dan langsung pulang karena ternyata dia juga bekerja ditempat lain. Sampai akhirnya kita ajak bicara karena memang kami butuh teman bukan cuman orang yg cuman datang, kerja & pulang. Entah kenapa dia pergi tanpa pamit, yah maaf kalau memang kami mengecewakan. Mbak yang kedua ini masih muda, baik & sayang dengan Nathan bahkan mungin bisa dibilang

1+ Nathaniel DreamLand

1+ Nathaniel DreamLand +Ayah +Ibu

banyak hal yang diajarkannya kepada Nathan. Setahun lebih membantu kami sampai akhirnya keluar karena alasan menikah dan kembali kedesa di Tuban. Sempat mencari yang lain tetapi tidak cocok. Tergantung orang lain memang tidak enak, ketika orang tempat kita bergantung tidak jelas & akhirnya kami memutuskan untuk mandiri. Beberapa bulan setelah itu mbak yang kedua kembali karena usahanya didesa gagal, tapi kami tidak bisa menerima dia karena kawatir ketika tergantung dengan orang lain.

Pertumbuhan Nathan diusia satu tahun hampir sama dengan anak lainnya walaupun bisa dibilang terlambat. Saat satu tahun Nathan kecil sempat jalan-jalan ke-Bali via mobil menemani Om Danang & Tante Yuli yang saat itu sedang “Bulan Madu”. Cerianya Nathan ketika disana saat mengunjungi Istana Tampak Siring saat memberi makan ikan mas koi & saat ketemu kakak-nya Mitha & Regitha serta We Bagus & We Devi.

Ketika anak sakit banyak orang tua yang membawa anaknya ke tempat terbaik kamipun juga melakukan hal yang sama, bedanya sering kali dokter spesialis anak bukan menyelesaikan masalah namun sering kali membahas “Down-Syndrome”-nya si Nathan. Justru tangan Tuhan berkarya lewat orang-orang yang menurut dunia kesehatan & kedokteran memiliki level kepandaian yang tidak tinggi yakni lewat dokter umum bahkan sering lewat bidan.  Kekecewaan itu merupakan hikmat teringat akan “Siapapun akan Tuhan pakai tanpa melihat kefasihan-lidah, kepandaian, & kecakapan seseorang”, dan kesembuhan ketika anak kami sakit adalah Anugerah Tuhan Semata.

Nathaniel @Magetan 2011

Nathaniel @Magetan 2011

Pada usia 1 tahun lebih ketika kami melihat perkembangan anak seusianya yang sudah berjalan dan Nathan saat itu jago merangkak, hati kami miris dan bertanya kapan anak kami akan seperti mereka? Pertanyaan yang tak ada seorangpun yang akan mampu menjawab hanya kata “SABAR” yang selalu kami terima. Kalau orang hanya mampu bilang “SABAR”, maka kami sebagai orang tuanya sudah melakukan apa yang dibilang itu. Ketika ada orang yang “katanya percaya akan Tuhan” melakukan hal-hal yang konyol dengan “sabet belut” kami tidak melakukan hal itu, saat itu saya mengharapkan Tangan Tuhan sendiri yang bekerja. Suatu saat ketika hari raya Jumat Agung karya Tuhan berkarya menguatkan, saat itu ada orang tua yang berbincang-bincang dengan istri bahwa anaknya baru bisa jalan ketika dibawa ketempat Mbah Dukun XXX letaknya didaerah Pagerwojo dekat tempat Bude saat saya sekolah SMA. Disana anaknya digigit oleh Mbah itu kemudian bisa jalan. Ketika harapan kami lama belum terjawab apa yang dilakukan orang tua itu bagaikan pencerahan, namun saat itu kami bertemu dengan Pak Adi (Guru katekisasi khusus istri saya ketika istri belajar mengenai Kristus) . Pak Adi saat itu datang kemudian tanpa bertanya banyak dia katakan “Bawa anak ini dalam doa, Minta DALAM NAMA YESUS Nathan Berjalan”. Sepulang ibadah keyakinan kami bertambah, bukan untuk membawa anak ini ke Mbah Dukun XXX tapi semakin yakin akan kuasa Tuhan. Bagaimana Pak Adi bisa tahu kalau kami mengalami pergumulan tentang anak kami jika kami tidak memberitahukannya?

Bulan april kami lalui dengan pengharapan dan doa agar anak kami dapat berjalan, suka cita walaupun semua doa belum diberikan jawaban. Hingga pada akhirnya kalau tidak salah bulan juni ketika Mbah Kakung akan datang ke Sidoarjo mengunjungi kami. Waktu itu istri bilang “Nak ayo jalan mbah mau datang lho.. nanti main bola sama mbah”, dan tak lama setelah itu kembali Kuasa Tuhan berkerja… Anak kami Nathaniel Jalan. Akhirnya Mbah-kakungnya berkunjung dan dibikin capek bermain bola dengan cucunya.

Banyak kehidupan yang begitu menarik bagi kami orang-tuanya… akan kami sambung di page yang lain karena sudah terlalu panjang.

Selamat Jalan Anakku.. Kami disini menunggu untuk dapat bersamamu.
Kenangan manismu takkan terlupa bagi kami orang-tuanya semoga berguna bagi yang lain..

#LoveYouNathan

Tagged as: , ,

Leave a Response