Yukova Nathaniel

Anakku Karunia Besar Dari Tuhan

Bermula Pada Warung Wader Kedai Kincir

Yukova Nathaniel @Griya Asih

Yukova Nathaniel @Griya Asih

Hari ini kami bernostalgia disebuah masa yang lalu dimana Ayah & Ibu Nathaniel yang saat itu hanyalah teman yang lama tidak bertemu akhirnya bertemu kembali. Saat itu Ibu Nathan masih bekerja di Inixindo Surabaya, sedangkan saya yang dulunya bekerja ditempat yang sama telah pindah lama di Padi Internet. Warung Wader Kedai Kincir tempat dimana 8 (delapan) tahun-an yang lalu  kami bersama dengan rekan kerja masing-masing bertemu untuk ngobrol sesuatu yang tidak penting. Saat itu saya sedang tidak karuan, kalau dalam bahasa anak muda sekarang “Galau”, karena belum lama dari waktu  itu saya diputuskan wanita  yang dahulu menjadi kekasih dan  diharapkan menjadi pendamping hidup. Masa dimana prioritas berantakan atau pada masa dimana Tuhan sedang menghancurkan bejana dan akan mulai membentuk menjadi sebuah bejana yang saat ini begitu indahnya.  Saat itu saya  mencari teman yang bisa memberi saran & penghiburan atas hidup yang saat itu sedang “Galau”.

Ternyata pembicaraan dan  candaan tidak berhenti disitu saja, saya merasakan ada sebuah harapan walau harapan sepertinya hanya bertepuk sebelah tangan. Saya berharap Ibu-nya Nathan saat itu dapat menjadi pasangan hidup untuk melewati bahtera kehidupan yang berkenan dihadapan Tuhan. Jika dahulu saya lepas dari persekutuan, Tuhan gunakan orang yang disayang untuk membentuk saya, dan akhirnya saya mengakui kedaulatan Tuhan dalam hidup saya. Sejak saat itu; satu doa yang terucap “Jika memang Engkau berkenan, biarlah dia menjadi pasangan hidup saya”. Itulah permintaan yang saya bawakan dalam doa pribadi seseorang yang sedang hancur berkeping perasaannya. Walaupun saya merasa bertepuk sebelah tangan, dalam hati sepertinya ada rasa bahwa Tuhan memberikan dia bagi saya.

Tabuh Gendang

Tabuh Gendang

Ah dasar saya adalah orang yang tidak terlalu suka pakem yang aneh-aneh waktu itu saya langsung memintanya untuk menjadi pasangan hidup saya.  Maukan kamu jadi kekasih saya, dan calon istri saya? Itulah yang saya tanyakan pada Ibu-nya Nathan. Dan memang tidak mudah untuk meyakinkan seseorang yang kita harapkan menjadi pasangan hidup ketika kita sedang berada pada kondisi yang habis putus cinta dan tidak stabil, ada ketakutan kalau itu adalah pelarian saja juga ada perasaan yang lain karena belum terlalu kenal. Dan waktu itu memang ada batas waktu dimana keputusannya saya nantikan untuk menjadi sebuah rancangan dalam kehidupan saya. Ditolak atau diterima, sebuah keputusan yang saya tidak perduli akan hal itu. Kalau memang diterima bersyukur karena itu memang  rancangan Tuhan, dan kalaupun ditolak tetap bersyukur pasti ada rancangan Tuhan lain. Dan bersyukur dimana saat itu apa yang saya harapkan menjadi kenyataan, dan begitu banyak proses kehidupan yang saya alami ketika saya bersama dengan Ibunya Nathan.

Kami bersyukur karena dipilih oleh Tuhan untuk merasakan kedaulatan-Nya & Kasih yang besar dalam kehidupan kami, terlebih ketika dia mengaruniakan seorang anak tunggal bagi kami “Yukova Krisna Nathaniel” yang mengajar kami untuk lebih mengenal-Nya.

Syukur Bagi Yesus Kristus yang adalah Wujud Kasih Nyata Tuhan Bagi Manusia.

 

 

 

 

 

Tagged as: , , ,

Leave a Response