Yukova Nathaniel

Anakku Karunia Besar Dari Tuhan

Yesus Pokok dan Kitalah Carang-Nya

Yesus pokok dan kitalah carang-Nya
Tinggalah di dalam-Nya
Yesus pokok dan kitalah carang-Nya
Tinggalah di dalam-Nya
Yesus pokok dan kitalah carang-Nya
Tinggalah di dalam-Nya
Pastilah kau akan berbuah

Yesus cintaku, ku cinta kau, kau cinta dia
Yesus cintaku, ku cinta kau, kau cinta dia

Yesus pokok dan kitalah carang-Nya

Nathaniel Bersama Kak Ivan

Sebuah lagu yang disuka oleh Nathan ketika dia masih bersama kami. Sejak kecil Nathan sudah kami ajak kegereja untuk sekolah minggu/Sunday School, karena saya sendiri berharap ketika dia tumbuh dewasa maka dia mengenal akan kasih yang menyertai orang tuanya. Kekawatiran akan kehidupan Nathan disaat dia dewasa juga menjadi salah satu hal bahwa biarlah dia menjadi seorang anak yang tumbuh seturut dengan kemauan Tuhan. Sejak kecil anak kami sangat menyukai nyanyian, pada saat bayi kami sering memutarkan lagu-lagu classic dan lagu sekolah minggu dan saat usia nathan belum satu tahun Nathan  sudah suka lagu “Hero” (Mariah Cerey) . Dalam kondisinya dia yang masih bayi, dia tenang mendengarkan lagu tersebut.

Lagu “Yesus Pokok & Kita Carang-Nya” menjadi lagu yang berkesan bagi kami karena  Nathan bisa lantunkan secara lengkap  dihadapan Ibu-nya  ketika dia akan dipanggil Tuhan.  Ada dua lagu yang  menjadi lagu terakhir yang dinyanyikan Nathan bagi Ibu-nya sebelum dia pergi.

Yesus Pokok Anggur Yang Benar

Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.  Setiap ranting   pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.  Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.  Tinggallah di dalam Aku  dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.  Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting   dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.  Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Yohanes 15:1-8

Sebuah teknik pemeliharaan tanaman dalam hal ini adalah pohon anggur adalah dengan cara perempalan. Perempalan bentuk pada anggur dilakukan mulai tanam sampai umur 1 tahun, bertujuan untuk mendapat pertumbuhan yang baik, dengan cara membuang tunas yang tidak perlu dan membiarkan satu tunas yang baik sebagai batang pokok (Wikipedia). 

Sebagai carang kita dituntut berbuah baik, dan Bapa sebagai pengusaha akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menjaga pohon anggur supaya dapat berbuah banyak dan baik. Ada carang yang tidak berbuah.. dipotong-Nya dan carang yang baik-pun dibersihkan-Nya supaya mendapat hasil yang maksimal.

Nathan anak yang dikaruniakan Bapa terhadap kami yang menjadi berkat bagi kami. Dia menjadi alat Bapa-nya untuk membersihkan kami supaya lebih banyak berbuah dan tetap tinggal didalam Yesus.

Kuatkan kami Bapa carang-Mu ini sehingga kami tetap dapat berbuah banyak & baik yang mendatangkan berkat bagi sesama.

 

Tagged as: , , , ,

Leave a Response